Senin, 24 September 2012
Gigitan dan cakaran. Ludah kucing bisa mengandung bakteri berbahaya bagi tubuh kita, begitu pula cakarannya. Antiseptic
seharusnya sudah cukup, dan jarang terjadi luka gigitan atau cakaran
menyebabkan demam, jika terjadi demam segera hubungi dokter anda,
semoga bukan gejala rabies. Jangan menarik lengan ketika digigit,
biarkan tangan diam ketika digigit, agar kucing tak
meneruskan gigitannya.
Flea atau kutu
Flea atau kutu. Kutu kucing atau Ctenocephalides felis
bisa saja menggigit kulit manusia meskipun tidak menginfeksi apa-apa,
namun bisa terjadi gigitan kutu tersebut menimbulkan luka. Bedak kucing
yang dijual sudah cukup sebagai tindakan pencegahan, selain tentunya
sebagai salah satu cara memelihara kucing dengan baik.
Ringworm atau Tinea
Ringworm
atau Tinea.Sebuah penyakit
kulit yang bisa menular melalui sentuhan dan bulu kucing yang bisa
berfungsi sebagai pembawa atau carrier. Mencuci tangan setelah memegang kucing sebagai
sebuah keharusan.
Sudah sejak lama kucing dituduh
menjadi biang kerok berbagai masalah kesehatan pada manusia, namun
pendapat ini dibantah oleh para dokter hewan Scotlandia yang menyatakan
sebaliknya bahwa manusia-lah yang dapat menyebabkan serangan asma pada
kucing.
Para dokter hewan itu menuding asap rokok, ketombe, sampah-sampah tertentu dan bahkan sampah rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada saluran nafas kucing dan bahkan dapat mengakibatkan terjadinya asma, demikian dilansir oleh, National Geographic.
Asma Feline adalah penyakit yang umum diderita oleh kucing berumur 1-5 tahun, dengan gejala seperti batuk, nafas tersengal-sengal dan tarikan nafas yang pendek serta cepat.
Nicki Reed, salah seorang dokter hewan di rumah sakit untuk hewan kecil di Universitas Edinburgh, mengatakan bahwa secara keseluruhan penyakit asma pada kucing meningkat karena dewasa ini banyak kucing yang sehari-hari hanya dibiarkan beraktivitas dalam rumah saja.
"Kami menemukan bahwa membawa kucing yang menderita asma ke rumah sakit dan menyingkirkan mereka dari berbagai sumber yang dapat memicu penyakit asma seperti debu dan asap dapat memperbaiki kondisi kucing tersebut," tuturnya.
Para dokter hewan itu menuding asap rokok, ketombe, sampah-sampah tertentu dan bahkan sampah rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada saluran nafas kucing dan bahkan dapat mengakibatkan terjadinya asma, demikian dilansir oleh, National Geographic.
Asma Feline adalah penyakit yang umum diderita oleh kucing berumur 1-5 tahun, dengan gejala seperti batuk, nafas tersengal-sengal dan tarikan nafas yang pendek serta cepat.
Nicki Reed, salah seorang dokter hewan di rumah sakit untuk hewan kecil di Universitas Edinburgh, mengatakan bahwa secara keseluruhan penyakit asma pada kucing meningkat karena dewasa ini banyak kucing yang sehari-hari hanya dibiarkan beraktivitas dalam rumah saja.
"Kami menemukan bahwa membawa kucing yang menderita asma ke rumah sakit dan menyingkirkan mereka dari berbagai sumber yang dapat memicu penyakit asma seperti debu dan asap dapat memperbaiki kondisi kucing tersebut," tuturnya.
Pada umumnya Kucing yang hamil mengalami perubahan fisik dan tingkah laku. Perubahan Fisik
Bagian
perut mulai membesar. Perut Kucing yang hamil mulai terlihat membesar
pada umur kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar
hingga mendekati saat melahirkan.
- Puting susu memerah dan membesar (pink). Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink).
- Pada akhir masa kehamilan sekitar 3 minggu, bila kita tekan secara lembut air susu mulai bisa di keluarkan dan itu artinya kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.
- Bulu – bulu sekitar puting susu menipis/rontok. Bulu-bulu badan kucing juga akan rontok, tapi itu tidak akan berlangsung lama.
PERUBAHAN TINGKAH LAKU
- Muntah-muntah. Sebagian kecil kucing hamil juga mengalami muntah-muntah. Sepeti manusia pada awal kehamilan. Tetapi kalau kucing mengalami muntah terus-menerus pada awal kehamilan nya, segera hubungi dan konsultasikan hal ini kepada dokter hewan.
- Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba. Rata-rata panjang satu siklus estrus kucing sekitar 1-1.2 bulan. Waktu birahi (estrus) berlangsung sekitar 7 hari. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.
- Peningkatan nafsu makan. Kucing yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.
- Lebih lembut & mencari perhatian. Sebagian kucing yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup.
Perlu diketahui bahwa lamanya kucing hamil ialah sekitar 2 bulan atau sekitar 55-65 hari. Sangat penting untuk mengetahui kapan kucing kita tersebut kawin, untuk dapat mengetahui sudah berapa lama dia hamil.
Usia kucing juga sangat penting. Kucing yang sudah berumur 18 bulan akan memiliki resiko yang jauh lebih kecil dari pada yang lebih muda dari itu. Selain dari pada itu, pemilihan jantan yang sesuai juga harus menjadi perhatian, jangan sampai ukuran pejantan yang terlalu besar dipilih, sehingga bayi kucing nantinya pun berukuran besar, karena nantinya dapat menyebabkan kesulitan saat beranak.
Saat kucing kita hamil, maka keperluan nutrisinya pun berbeda. Kucing hamil memerlukan protein yang lebih tinggi, seperti halnya anak kucing. Maka dari itu pemberian makanan kitten (makanan untuk anak kucing) sangat disaran kan untuk diberikan pada kucing yang hamil sampai dua bulan setelah melahirkan. Kandang yang nyaman dan aman juga harus diberikan. Jangan sampai kucing kita yang hamil terlalu banyak berlari, lompat dan sebagainya. Selama kehamilan, kucing juga tidak boleh diberikan sembarang obat ataupun bahan kimia lain yang dapat mengganggu kehamilan.
Jika kucing sudah memasuki tahap akhir kebuntingan, kita harus mempersiapkan tempat melahirkan yang sesuai. Dengan menggunakan kardus bekas yang dimodifikasi dan dialasi kain ataau ataupun Koran bekas akan sangat menolong. Tempat ini nantinya juga bisa digunakan untuk menjaga anak kucing nantinya.
Tanda-tanda kucing yang sudah mendekati kelahiran juga harus diperhatikan. Saat mendekati kelahiran, bagian ambing kucing akan membesar dan biasanya mulai mengeluarkan susu saaat dipalpasi. Kucing akan lebih senang menyendiri dan mencari tempat yang lebih gelap dan aman. Nafsu makan kucing juga bisanya menurun serta suhu tubuh akan turun. Untuk kucing yang sudah beberapaka kali melahirkan, perlu dicatat kebiasan kucing tersebut, seperti lamanya kehamilan dan proses kelahiran sebelumnya. Pada kucing yang sudah pernah melahirkan sebelumnya ini, jika lama kehamilan sudah melebihi dari lama kehamilan yang sebelumnya sebaiknya dibawa ke dokter hewan untuk dilakukan radiography, untuk melihat posisi bayi kucing. Dokter hewan akan memutuskan apakah kucing tersebut akan diberikan suntikan perangsang untuk beranak ataupun diteruskan dengan operasi sesar. Secara normal, jika anak kucing lebih dari 1 ekor, biasanya jarak dengan bayi kucing selanjutnya sekitar 30 menit sampai 1 jam, dan bervariasi sampai dengan 4 jam. Jika sudah terlalu lama, dan tidak keluar bayi kucing selanjutnya, maka kucing harus segera di bawa ke dokter hewan.
Kucing membutuhkan protein lebih tinggi daripada anjing. Kucing memiliki kebutuhan nutrisi yang sangat eksplisit, termasuk pakan yang memiliki asam amino, kaya akan taurin, dan makanan anjing biasanya sama sekali tidak mengandung jenis bahan yang dibutuhkan oleh kucing untuk memenuhi kebutuhan tersebut. berbeda dengan anjing, anjing dapat menghasilkan atau membuat asam amino taurinnya sendiri.
Seekor kucing jika diberi makanan anjing dalam jangka panjang kucing tersebut dapat menderita defisiensi taurin, vitamin A (rabun senja), kekurangan niacin, retina degenerasi, dan penyakit serius atau fatal lainnya. Penyakit lain yang umum bisa terjadi adalah overdosis vitamin A dan D atau kalsium dan fosfor, baik vitamin secara langsung atau berasal dari diet yang mengandung produk yang tinggi di dalamnya (seperti hati mentah atau ikan minyak).
Selain itu, Kucing juga memerlukan bentuk yang berbeda dari Vitamin A daripada anjing. Anjing dapat menggunakan beta-karoten sebagai sumber Vitamin A; kucing tidak bisa. Kucing tidak dapat memproduksi asam lemak yang disebut "asam arachidonic 'dan harus memilikinya dilengkapi dalam diet mereka, itu tidak penting bagi anjing untuk memiliki asam lemak dalam makanan mereka.
Kelebihan vitamin A menyebabkan kemandulan dan kehilangan rambut. Kelebihan kalsium, fosfor, dan vitamin D menyebabkan penyakit tulang metabolik dan penyakit ginjal. Kekurangan vitamin ini ,menyebabkan otak mengalami kerusakan.
Jadi, untuk
kesehatan kucing anda, pastikan dia makan makanan kucing yang
berkualitas. Dengan memperhatikan kualiatas makanan kucing kesayangan
anda, anda sudah berusaha untuk mengurangi resiko kucing kesayangan anda
menderita sakit.
Langganan:
Postingan (Atom)